Senin, 05 Januari 2015

Asal Muasal Marga Munthe Dalam Suku Karo



Berhubung saya adalah salah satu anggota dalam marga munthe, nama saya Ellin Handayani Ginting Munthe, disini saya  akan mengulas sedikit tentang asal muasal marga munthe  dalam suku karo.
            Tak kenal maka tak sayang. Sebuah pribahasa tersebut merupakan ungkapan klise yang dapat diartikan bahwa apabila kita ingin menyayangi seseorang atau sesuatu, kita perlu mengenal  secara mendalam mengenai seseorang atau sesuatu tersebut. Ungkapan tersebut dapat pula kita terapkan untuk menyayangi marga kita, Munthe. Untuk dapat lebih menyayangi marga Munthe maka para pinompar Munthe harus lebih memahami sejarah atau asal usul dari marga kita tersebut.
            Membahas masalah asal-usul suatu marga bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan apalagi jika dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki pendidikan formal mengenai sejarah. Hal inipun terjadi dalam membahas asal-usul marga Munthe. Menyadari sulitnya mengetahui asal-usul marga Munthe ini, beberapa utusan Pengurus Marga Munthe dari daerah Tongging telah melakukan pertemuan dengan pihak Universitas Simalungung untuk melakukan penelitian terkait dengan sejarah marga Munthe. Namun demikian, sampai dengan saat ini hasil penelitian tersebut masih belum dipublikasikan.
            Walaupun secara ilmilah belum dapat diuji kebenarannya, beberapa pinompar Munthe mempunyai semacam sejarah keluarganya yang diceritakan secara turun temurun. Sejarah/ asal-usul Munthe yang berasal dari cerita turun-menurun inilah yang akan penulis coba untuk publikasikan. Berdasarkan Buku Kenangan Marga Munthe yang diterbitkan bertepatan dengan ulang tahun ketiga Forum Komunikasi Marga Munthe Indonesia (FKMMI), diketahui bahwa pada marga Munthe yang ada di Indonesia terdiri dari 9 (sembilan) puak atau daerah. Masing-masing puak atau daerah tersebut adalah:
1.     Marga Munthe dari Puak Tongging-Sipitunihuta.
2.     Marga Ginting Munthe dari Puak Karo.
3.     Marga Munthe dari Puak Dolok Sanggul.
4.     Marga Munthe dari Puak Toba.
5.     Marga Dalimunthe dari Puak Angkola dan Mandailing.
6.     Marga Munthe dan Dalimunthe dari Puak Labuan Batu.
7.     Marga Saragih Munthe dari Puak Simalungung.
8.     Marga Munthe dari Puak Gayo Lut dan Luwes Alas.
9.      Marga Munthe dari Puak Dairi.
            Pada buku tersebut masing-masing Puak telah mempublikasikan asal usulnya. Namun demikian, baru asal-usul dari 4 (empat) puak yang akan dibahas saat ini, yaitu Puak Simalungun, Puak Toba, Puak Dolok Sanggul, dan Puak Angkola-Mandailing. Menurut buku tersebut, marga Munthe dikeempat puak ini merupakan keturunan dari Naiambaton (Tn. Sorbadijulu). Namun uniknya, marga Munthe dari Puak Dolok Sanggul merupakan keturunan dari Anak Naiambaton yang bernama Tamba Tua sedangkan marga Munthe dari Puak Simalungun dan Puak Toba merupakan keturunan dari Anak Naiambaton yang bernama Munthe Tua. Hal lain lain yang perlu diperhatikan adalah menurut sejarah Puak Dolok Sanggul anak dari Naiambaton ada empat orang, yaitu Simbolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, dan Munthe Tua. Sedangkan menurut sejarah  Puak Simalungun dan Puak Toba, selain keempat orang tersebut masih ada satu lagi anak Naiambaton, yaitu Nahampun Tua.
            Adapun untuk Puak Angkola-Mandailing, walalupun mereka merupakan keturunan dari Anak Naiambaton yang bernama Munthe Tua tetapi sejarah mereka sedikit berbeda dengan Puak Simalungun dan Puak Toba. Menurut sejarah Puak ini, Munthe Tua mempunyai tiga orang anak, yaitu Ompu Sangap Di Langit, Pariuk Binu Durian, dan Baruang Sodoppahon. Kemudian, Baruang Sodoppahon mempunyai anak yang bernama Ompu Jelak Maribur atau Jolak Maribu, yang mempunyai anak bernama Si Udan Potir. Adapun menurut sejarah dari Puak Simalungun dan Puak Toba, Munthe Tua mempunyai dua orang anak yang bernama Ompu Jelak Karo dan Ompu Jelak Maribur. Selanjutnya Ompu Jelak Karo merupakan nenek moyang dari Puak Simalungun dan Ompu Jelak Maribur merupakan nenek moyang dari Puak Toba.

Sumber : http://munthe-munthe.blogspot.com/2008/12/sejarah-munthe.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar