Senin, 04 Januari 2016

LATIHAN KETERAMPILAN BARIS BERBARIS (LKBB)

1.      LATIHAN KETERAMPILAN BARIS BERBARIS (LKBB)

LKBB adalah suatu kegiatan yang di lakukan wajib bagi khususnya anggota Pramuka. Baris berbaris merupakan latihan gerak dasar yang mewujudkan penanaman : disiplin, rasa percaya diri ,rasa persatuan dan keindahan.
LKBB dapat berupa :
·         Isyarat oral.
·         Isyarat peluit.
·         Tanpa tongkat.
·         Menggunakan tongkat.
Aba – aba dalam berbaris ada tiga macam yaitu :
·         Aba – aba petunjuk.
·         Aba – aba peringatan.
·         Aba – aba pelaksanaan.
Berdiri dalam barisan untuk memudahkan :
·         Pengawasan dan penertiban para anggota.
·         Pembagian jatah secara merata.
·         Menghitung jumlah anggota.
Contoh aba aba – aba yang perlu diperhatikan dalam LKBB :
a.       Berkumpul – luruskan.
b.      Berhitung /Hitung.
c.       Setengah lengan lencang kanan.
d.      Lencang kanan.
e.       Hadap ; kanan ; kiri ; serong kanan – kiri dan balik kanan.
f.       Lencang Depan.
g.      Maju jalan – langkah biasa – langkah tegap.
h.      Hadap kiri.
i.        Hadap kanan.
j.        Balik kanan.
Isyarat Peluit dalam LKBB :
a.       Berkumpul.
b.      Siap.
c.       Istirahat di tempat.
d.      dll.
Bentuk formasi dalam barisan LKBB :
a.       Bentuk berderet.
b.      Bentuk Angkare.
c.       Barisan Roda.
d.      Lingkaran Besar dan kecil.
e.       Selat terbuka / tertutup / tolak belakang.
f.       Berbanjar.

2.      PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B)
A.    Pengertian Baris Berbaris
Suatu wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya perwatakan tertentu.
Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

B.     Maksud Dan Tujuan
Maksud dari PBB dibagi dua yaitu :
-          Maksud Umum adalah suatu latihan awal membela negara dan dapat membedakan hak dan kewajiban.
-          Maksud Khusus adalah menanamkan rasa disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan 
Tujuan dari PBB adalah menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.
Menumbuhkan adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. 
Disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri. 
C.    Aba-aba
Aba-aba adalah Suatu perintah yang di berikan oleh seorang Komandan kepada pasukannya, untuk di laksanakan secara serentak atau berturut-turut. 
Macam-macam aba-aba yaitu :
-          Aba-aba petunjuk : Di gunakan bila perlu untuk menegaskan maksud dari aba-aba peringatan / pelaksanaan.
-          Aba-aba peringatan : Inti perintah yang cukup jelas untuk dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
-          Aba-aba pelaksanaan : Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk / peringatan dengan serentak atau berturut-turut.
Aba-aba pelaksanaan yang di pakai :
·         GERAK
Untuk gerak-gerakan tanpa meninggalkan tempat menggunakan kaki atau anggota tubuh lain baik dalam berhenti maupun berjalan. Gerak adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
-          Jalan ditempat-GERAK.
-          Siap-GERAK.
-          Hadap kanan-GERAK.
-          Lencang kanan-GERAK.
·         JALAN
Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Catatan : Bila gerakan meninggalkan tempat itu tidak terbatas jaraknya, maka di dahului dengan aba-aba peringatan ” maju ”.
Contoh:
-          Haluan kanan/kiri-JALAN.
-          Dua langkah ke depan-JALAN.
-          Satu langkah ke belakang-JALAN.
Catatan : Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan MAJU.
Contoh:
-          Maju – JALAN.
-          Haluan kanan/kiri – JALAN.
-          Hadap kanan/kiri maju – JALAN.
-          Melintang kanan/kiri maju – JALAN.
Tentang istilah: “maju”
-          Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
-          Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
·         Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju – JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
·         Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
·          Balik kanan maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh: Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
·         MULAI
Untuk pelaksanaan perintah yang harus di kerjakan berturut-turut.
Contoh:
-          Hitung – MULAI.
-          Tiga bersaf kumpul – MULAI.
Cara memberi aba-aba
a.       Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b.      Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
·         Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
·         Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
·         Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
c.       Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d.      Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e.       Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f.       Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g.      Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h.      Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG.
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK.

D.    Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
-          Sikap Sempurna
Aba-aba : Siap – GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.

-          Istirahat
1.      Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
-          Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm)
-          Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan :
-          Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
-          Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
-          Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan.
-          Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf).

-          Aba-aba : Lencang Kanan/Kiri – GERAK
Pelaksanaannya : Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
-          Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri.
-          Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
-          Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua)kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
-          Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
-          Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).
Catatan :
-          Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping.
-          Kelurusan barisan dilihat dari tumit.
-          Setengah lencang kanan/kiri.

-          Aba-aba : Setengah Lencang Kanan/Kiri – GERAK
Pelaksanaannya: Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

-          Lencang Depan (Hanya Dalam Bentuk Berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan – GERAK
Pelaksanaannya :
-          Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
-          Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
-          Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan.

-           Cara Berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI
Pelaksanaannya:
-          Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.
-          Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
-          Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
-          Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
-          Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
-          Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.

E.     Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti)
1.      Hadap Kanan/Kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK
-          Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
-           Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
-           Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

2.       Hadap Serong Kanan/Kiri
Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
-          Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri.
-          Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri.
-          Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

3.       Balik Kanan
Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
-          Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
-           Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°.
-          Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
Catatan :
·         Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna.
·         Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.

4.      Cara Berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul – MULAI
Pelaksanannya :
-          Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh : Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru
-          Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah.
-          Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
-           Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.

5.       Cara Latihan Memberi Hormat
Aba-aba : Hormat – GERAK
Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)
-          Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
-          Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
-          Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
-           Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar